Palangka Raya, Kantamedia.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan pengecekan kondisi air dan lahan yang mengalami longsor akibat abrasi Sungai Kahayan di jalan Kalimantan Kelurahan Pahandut, Rabu (11/1/2023).
Pengecekan itu dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani dan Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Supriyanto.
Menurut Emi, dari pengecekan diketahui bahwa ketebalan tanah serta kondisi bawah tanah di kawasan tersebut yang berada persis di bantaran sungai, membuatnya lembek. Sehingga sewaktu-waktu sangat berpotensi longsor atau runtuh.
Dengan kondisi tersebut jelas Emi, akan sangat riskan apabila ada bangunan, seperti rumah warga yang didirikan di atasnya.
“Untuk itu, kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Palangka Raya yang bermukim di bantaran Sungai Kahayan saat ini agar waspada karena bahaya longsor akibat abrasi ini akan terus timbul dan terjadi kapan saja,” ujarnya.
Langkah ke depannya, lanjut dia, pihak Pemerintah Kota Palangka Raya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar bisa melakukan relokasi permukiman warga yang berada di lokasi rawan.
“Mungkin daerah-daerah itu nantinya bisa dijadi sebagai Water Front City yang juga berguna sebagai tempat wisata dan mampu mendorong perekonomian masyarakat,” sebut Emi.
Seperti diketahui, hingga saat ini tercatat sudah ada sekitar 65 jiwa yang terpaksa mengungsi, lantaran rumah yang ditempati warga bantaran Sungai Kahayan dalam kondisi miring, bahkan sebagian sudah ada yang ambruk.
Lokasi yang terdampak abrasi Sungai Kahayan ini berada di Jalan Flamboyan Bawah dan Jalan Kalimantan, Kecamatan Pahandut.
Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, di Jalan Flamboyan Bawah tercatat ada 5 Kepala Keluarga, 30 Jiwa dan 5 buah rumah rusak berat. Sementara, di Jalan Kalimantan ada 7 Kepala Keluarga, 22 Jiwa, dan 2 buah rumah mengalami rusak berat dan 2 rusak ringan.
Sebelumnya, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin juga menyatakan pemerintah kota akan merelokasi warga yang tempat tinggalnya kini sudah hancur, untuk pindah ke lokasi yang lebih aman. (put)